Pulangkan 22 Siswa SMKS Muna, Rajiun: Bukan Soal Politik Tapi Kemanusiaan

Reporter: Jul Awal / Editor: La Ode Adnan Irham

LAWORO – Upaya Bupati Muna Barat, Laode M Rajiun Tumada memulangkan 22 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Kelautan dan Perikanan Muna dari praktek kerja industri di daerah Juwana Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah dianggapnya bentuk kepedulian kemanusiaan.

“Saya hanya berpikir dari sisi kekeluargaan sebagai bagian dari masyarakat Muna. Saya tidak mengambil alih wilayah tapi saya bantu sebagai keluarga. Jadi tidak ada kaitannya dengan Pemda Muna,” jelas Rajiun saat ditemui di kantornya Rabu 27 Mei 2020.

Katanya, Kepala SMKS Perikanan dan Kelautan Muna memdatanginya dan meminta bantuan pemulangan siswanya.

“Kebetulan dia juga keluarga, ya kita bantu. Dan mereka (siswa) bukan hanya dari Muna tetapi ada dari Mubar dan Buton tengah, tidak mungkin juga hanya kita pulangkan siswa yang dari Mubar,” ungkap Rajiun kepada awak media.

Ia menuturkan pemulangan 22 siswa itu tidak ada niatnya membawa ke ranah politik, apalagi memandang remeh Pemda Muna. Jika ada yang berpikiran seperti itu, hanya ada di angan-angan segelintir orang.

Ia menyayangkan jika ada sekelompok orang atau personal menganggap upayanya itu bentuk eksistensi politik.

“Jangan dulu diliat sisi politiknya. Mereka saat itu mau pulang tetapi karena ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) disana sehingga tidak bisa pulang. Maka dari itu ketika kepala sekolah datang meminta bantuan, sebagai manusia ya kita harus bantu,” tandas Ketua Lemkari Sultra ini.

Untuk diketahui, 22 Siswa SMKS Perikanan dan Kelautan Muna sempat terjebak PSBB di Daerah Juwana Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah selama tiga pekan Maret lalu. (A)

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total