oleh

Program BPN Mubar 2020 Berkurang

Reporter : Jul Awal

LAWORO – Program nasional Badan Pertanahan Nasional (BPN) pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dan redistribusi tanah (redis) untuk Kabupaten Muna Barat (Mubar) tahun 2020 dikurangi akibat pandemi Covid-19.

Kepala BPN Mubar, Moh. Zakaria mengatakan untuk tahun ini tahap awal ditargetkan untuk dua program sertifikat tanah sebanyak 4500 bidang.

“Namun karena adanya wabah covid-19 program itu dikurangi. Untuk PTSL target awal 1500 menjadi 207 bidang dan untuk redis semula 3 ribu menjadi 1500 bidang, ” ungkap Zakaria saat ditemui di kantornya, Selasa 04 Agustus 2020.

Ia mengaku saat ini program dimaksud sudah masuk tahap penyelesaian dan akan keluar sertifikat secepatnya.

“Untuk PTSL pengukuran sudah dilakukan saat ini tinggak finishing, kalau redis baru seribu yang sudah selesai, sisanya masih proses,” ujarnya.

Ia menyebut, sebaran untuk 207 PTSL itu tersebar di beberapa desa yakni Desa Wuna, Desa Maperaha, Desa Guali, Desa Lapokainse, Desa Waulai, dan Desa Marobea.

Zakaria menjelaskan tahun 2021 direncanakan akan lebih banyak lagi yang diusulkan serta ditambah dengan yang belum terakomodasi tahun 2020 ini.

“Yang sudah diukur tahun ini tapi belum terbit sertifikatnya sebanyak 244, kami mohon maaf tahun depan insya Allah akan diterbitkan karena anggaran dialihkan untuk pencegahan covid-19,” tukasnya.

Ia membeberkan pihaknya sudah mengestimasi sekitar seratus ribu pengukuran bidang tanah (PBT) dan yang sudah terdaftar sekira 28 ribu lebih PBT. “Jadi sekitar 76 ribu itu diusahakan selesai sampai 2025,” imbuhnya.

Ia berharap untuk mendukung program pemerintah ini masyarakat bisa berpartisipasi aktif mendaftarkan tanahnya kepada BPN melalui pemerintah desa.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memudahkan pemetaan bidang tanah. Sehingga kami harap masyarakat bisa berpartisipasi aktif karena ini kan program nasional yang ditanggung oleh APBN sehingga akan lebih mudah lagi,” pungkasnya.

Terkini