Pabrik Gula Bakal Didirikan di Mubar, Rajiun : Kabupaten Muna Raya Akan Maju Seperti Daerah Industri Lainnya.

Reporter : Jul Awal

LAWORO-MK, Pabrik gula bakal didirikan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya memorial of understanding (MoU) antara Pemda Mubar dan PT. Wahana Surya Agro (WSA) tentang pendirian pabrik gula di Kabupaten Muna Barat, di aula kantor bupati Mubar, Rabu, 1 Juni 2020.

Bupati Muna Barat, Laode M Rajiun Tumada dalam sambutannya mengatakan, investasi pabrik gula merupakan alternatif untuk mengatasi ketergantungan impor gula nasional yang akan memerlukan bahan baku tebu dari kabupaten atau kota di sekitar kabupaten Muna Barat.

“Selain itu dapat menampung tenaga kerja dalam skala besar, meningkatkan infrastruktur wilayah dan pembangunan daerah serta mendorong kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar, ” papar Rajiun.

Selanjutnya, menurut mantan Kasat Pol PP Sultra keberadaan perkebunan skala besar dan industri gula akan menambah kompetensi daerah.

“Karena akan mengurangi lahan tidak produktif, sehingga produktifitas daerah akan meningkat lebih cepat dan dapat bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di Indonesia, ” jelasnya.

Dikatakannya, sasaran lokasi perkebunan tebu PT WSA seluas 4003,45 Ha terarah pada lokasi HPK pada wilayah Kecamatan Wadaga dan Kecamatan Sawerigadi dengan kewajiban PT. WSA melepas minimal 1400 Ha untuk kebun rakyat kepentingan masyarakat.

“Juga ada sasaran lokasi lain untuk arahan perkebunan tebu seluas 5661,03 Ha tersebar di Kecamatan Tikep, Lawa, Sawerigadi, Kusambi, dan Napano Kusambi, ” urai Rajiun.

Lebih lanjut, Rajiun menjelaskan sebagai daerah industri baru jelas akan memberikan pertanda bahwa Kabupaten Muna Barat khususnya dan Kabupaten Muna Raya umumnya dalam waktu dekat akan sejajar dengan daerah industri baru menyusuli Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur.

“Lompatan-lompatan pembangunan akan terasa karena pengalaman setiap daerah yang memiliki industri, perhatian pemerintah pusat akan lebih besar dalam bentuk insentif daerah industri. Selain itu pemdapatan asli daerah akan meningkat. Diperkirakan untuk PAD Mubar dari perusahaan ini sekitar 350 Milyar per tahun, ” tambah mantan ajudan Nur Alam ini.

Olehnya itu, Bupati Mubar menegaskan kepada semua instansi terkait untuk menindaklanjuti segala bentuk persyaratan dokumen pendukung investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya perintahkan dinas-dinas terkait yakni PTSP, Perindag, Pertanian, DLH, termasuk para camat untuk menindaklanjuti itu, ” tegas nya.

Sementara itu, Direktur PT WSA Nyono Purnomo berharap program ini berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

“Semoga berjalan dengan cepat dan bisa mendapatkan dukungan lebih dari Pemda dan masyarakat untuk pendirian pabrik dan perkebunan tebu ini, ” harap Nyono saat sambutan.

Menurutnya, pembangunan pabrik tebu itu dijadwalkan selama tiga tahun.

“Itu mengingat keterbatasan infrastruktur dan lainnya dalam hal pengiriman alat dan transportasi, ” jelasnya.

Ia pastikan dengan berdirinya pabrik gula, arus perekonomian masyarakat akan lebih menggeliat seperti daerah lain di Indonesia.

“Contoh seperti Gorontalo. Awalnya seperti Mubar saat ini, setelah kami beroperasi di sana saat ini sudah menjadi daerah mandiri karena PAD meningkat, ” tuturnya.

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total