Membangun Sepenuh Hati: Style Rajiun Membangun Muna Barat

Oleh: Surachman ST

Muna Barat sejak mekar dari Kabupaten Muna melalui UU No 14 Tahun 2014 pada 5 tahun silam seolah terus berpacu dengan waktu, hingga saat ini terus berbenah agar dapat sejajar dengan daerah lainnya di Sulawesi Tenggara. Dalam perjalanannya Muna Barat tak dapat lepas dari kiprah dan kinerja Bupati Muna Barat saat ini La Ode M. Rajiun Tumada, pasalnya diawal berdirinya sebagai kabupaten, Muna Barat dinakhodai oleh La Ode M. Rajiun Tumada sebagai Pejabat Bupati pertama sampai dengan akhir tahun 2016. Penyelenggaraan pemerintahan diera tersebut dapat dikatakan merupakan cikal bakal peletakan fondasi dasar pembangunan Muna Barat.

Muna bagian barat sebelum mekar dapat dikatakan mengalami keterpurukan pada semua aspek khususnya disektor infrastruktur dasar. Namun kondisi tersebut kemudian berbalik diera Muna Barat sebagai kabupaten otonom. Bangkit barangkali adalah pilihan kata yang tepat bagi kondisi keterpurukan dari semua aspek. Apa yang perlu dibangkitkan, adalah kemampuan dan rasa percaya diri bahwa kita bisa berdaulat dinegeri sendiri.

Dapat menggengam asa bahwa perubahan yang dinanti nantikan telah tiba. Disaat lampau kita hanya menjadi cap stempel dari syarat sahnya sebuah kekuasaan. Kita disaat yang lampau menjadi bagian dari sebuah rezim penguasa, namun tak pernah bisa mengarusutamakan nasib kita, pembangunan kita, dan kesejahteraan kita.

Prasasti pembangunan menjadi bukti sejarah bahwa daerah kita tak pernah serius untuk dibenahi. Tengoklah jalan diwakoila, waukuni, jembatan lemoambo, jalan lasosodo lakanaha sampai marobea, jalan di madampi watumela, watumela gusi, lalemba gusi, lasosodo gusi, dan jalan jalan lainnya pada tahun 2014 yang silam. Belum lagi fasilitas pasar, kesehatan, pendidikan dan lain lainnya. Semua infrastruktur tersebut baru lah dibenahi ketika Muna Barat berdiri sendiri menjadi sebuah Kabupaten diera kepemimpinan La Ode M. Rajiun Tumada sampai saat ini.

Hari ini kita telah sedikit dapat bernapas lega, karena kondisi kelam masa lampau perlahan namun pasti mengalami sedikit perubahan kearah yang lebih baik dan positif. Diawal tahun 2015 dibawah kepemimpinan Pj. Rajiun stagnansi pembangunan dapat mulai diurai satu persatu. Dengan dibangunnya jalan, tugu dan pintu gerbang, bandara, pelabuhan serta fasilitas lainnya seolah telah cukup mengobati rasa dahaga pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat muna barat selama berpuluh tahun lamanya. Memang masih banyak PR yang tersisa dan perlu dievaluasi, namun terlepas dari semua itu bahwa Muna Barat hari ini telah siap dan berbenah sehingga dapat bersaing dengan daerah lainnya.

Segenap upaya pembangunan tersebut didasari oleh niat dan keikhlasan sepenuh hati dalam membangun Muna Barat. Oleh karena buah ketulusan tersebut Muna Barat sebagai DOB dalam kurun waktu 5 tahun telah bertransformasi sebagai kabupaten otonom dan sejejar dengan daerah-daerah lainnya di Sulawesi Tenggara.

Atas kegigihan beliau dalam membangun Muna Barat, maka Muna Barat senantiasa diganjar prestasi baik skala regional maupun nasional. Tak ada sistem kerja kebut semalam bagi seorang Rajiun dalam membangun, baginya setiap hal yang dilaksanakan disesuaikan dengan perencanaan yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD Muna Barat, maka bagi beliau tolak ukur kinerja yang utama dalam membangun adalah kepuasan masyarakat dan alhamdulillah masyarakat Muna Barat sudah merasakan adanya distribusi pembangunan yang merata khususnya disektor infrastruktur dasar.

(Penulis adalah koordinator media center pembangunan Mubar)

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total