oleh

Kinerja Perekaman E-KTP, Mubar Masuk Tiga Besar Skala Nasional

Reporter : Jul Awal Sanatu

LAWORO – Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk tiga besar dalam capaian kinerja tertinggi perekaman KTP-El dari seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Hal itu tak lepas dari kebijakan Pemerintah Daerah Mubar dibawah komando LM. Rajiun Tumada untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan yang diupayakan berlangsung baik secara pasif dengan melakukan pelayanan di kantor maupun pelayanan secara aktif (stelsel aktif).

Sehingga seluruh penduduk Mubar tercatat dan terdaftar sebagai penduduk yang sah dan terdaftar secara resmi.

“Capaian ini sebagai bagian dari wujud perhatian pemerintah dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan. Data ini bersumber dari Dirjen Dukcapil , Kemendagri. Jadi Muna Barat 3 besar ut Wilayah regional IV. Disanalah yang menilai kinerja kita,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mubar, Burhanudin dihubungi, Kamis 08 Oktober 2020.

Ia menjelaskan dalam meningkatkan pelayanan perekaman KTP Elektronik, pihaknya sesuai kebijakan Bupati Mubar menerapkan istilah “jemput bola”.

“Betul kami selalu jemput bola dilapangan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan perekaman. Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan kembali turun ke desa-desa untuk perekaman E KTP,” ungkapnya.

Mantan Kadis Koperasi dan UMKM ini menerangkan di Mubar data perekamannya dari target wajib KTP 55.151 penduduk, terealisasi 54.295 atau 98,45%.

“Tetapi target nasional 95%, Muna Barat melampaui target yaitu 98,45% . Kemungkinan data itu mereka konversi secara nasional regional IV, Meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan tahun 2021 seluruh penduduk yang terdaftar di database kependudukan akan selesai melakukan perekaman KTP-El. “Kita targetkan Tahun depan 2021 seluruh wajib KTP Muna Barat tuntas perekamannya,” lanjutnya.

Ia berharap kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP agar memiliki kesadaran dan pemahaman yang memadai bahwa kepemilikan dokumen kependudukan itu sangat penting. (2).

Terkini